Kerja Rodi dan Romusha Masa Kini


Kerja Rodi dan Romusha Masa Kini

Masa muda merupakan fase hidup yang paling baik untuk sebuah perencanaan dan pencapaian financial stability and other carrier attributes. Passion yang menggebu – gebu menjadikan diri yang penuh semangat untuk dapat mencapai goals yang ditentukan sedari dulu. Bekerja. Ya, bekerja. Setidaknya itulah pencapaian terdekat yang ingin diraih oleh seorang mahasiswa tingkat akhir, seperti Saya. Harapan akan pekerjaan yang sesuai dengan yang diinginkan kadang nggak selamanya bisa didapat semudah menjentikkan jari. Butuh proses dan waktu dalam pencapaiannya. No pain, no gain! Begitulah hukum yang terjadi dalam rimba dunia kerja.

Bicara soal pekerjaan yang ditekuni, kesibukan bukanlah hal baru yang mengejutkan. Bahkan kata sibuk sendiri sepertinya mulai berubah makna menjadi suatu tameng yang ampuh untuk dijadikan alasan. Beberapa teman yang mulai merintis karir dalam pekerjaannya tidak jarang juga mengeluhkan kondisi ini. Kesibukan yang menghimpit mereka karena banyaknya jumlah perkerjaan yang harus diselesaikan terkadang memang tidak dapat menghindarkan mereka dari suatu hal yang disebut “mengeluh”.

Hal yang mereka keluhkan biasanya seputar pekerjaan yang semakin menggunung ketika pekerjaan sebelumnya juga belum terselesaikan. Lungsuran pekerjaan dari atasan kadang tidak berhenti berdatangan dalam jobdesc mereka, apalagi hingga mengharuskan mereka lembur sampai larut malam. Lagi, lagi, dan lagiii… Kalau sudah begitu, keluhan mereka tidak jauh akan berbunyi sebagai berikut: “Aah, rodi lagi deh gue!”, “Udah kaya romusha deh gue, kerja siang malem nggak pake berhenti!”, atau juga “Sumpah ya, kerjaan gue gak selesai-selesai, kaya bikin jalanan Anyer – Panarukan!”.

Eits, sebentar deh. Sebagai anak lulusan jurusan sosial sewaktu SMA, Saya tentunya familiar dengan istilah – istilah kerja rodi, romusha, atau pembangunan jalan raya Anyer – Panarukan. Sepanjang pelajaran Ilmu Sejarah yang Saya dapat semasa duduk di bangku sekolah, kurang lebih Saya menangkap bahwa kesemuanya itu merupakan bentuk penjajahan yang dilakukan bangsa – bangsa yang pernah menduduki Indonesia. Semua itu tidak jauh dari bentuk kerja paksa yang diwajibkan / diharuskan / dikhususkan bagi warga pribumi untuk memenuhi tujuan – tujuan para penjajah dan penuh kesewenang – wenangan di dalamnya.

Coba deh kita kaitkan ke dalam konteks keluhan masing – masing dari kita yang sering menganalogikan lemburan atau banyaknya pekerjaan sebagai bentuk kerja rodi atau romusha. Terlihat suatu bentuk hiperbola bukan?!

Balik lagi deh ke definisi kerja rodi dan romusha, itu kerja paksa kan?! Bandingkan deh sama pekerjaan yang kita tekuni sekarang! Masih mau bilang kerja paksa?! Padahal dengan segala daya upaya kita selalu berusaha memenuhi kualifikasi yang dituntut dari suatu pekerjaan. Bersungguh – sungguh memenuhi application yang ditujukan, sesuai yang kita inginkan, dan sesuai dengan pertimbangan lain dari berbagai sisi, misalnya basic education background, atau jenjang karir yang diinginkan. Selanjutnya, passion kita terhadap satu label pekerjaan membuat kita bertahan dan berusaha mencapai semua carrier attributes yang kita inginkan, yaitu jabatan, nama baik, relasi, dan kompensasi.

Kalo dibandingkan dengan kerja rodi dan romusha sih masssiiihhhhh jauuhhh banget kali yaa. Kasihan para pahlawan tanpa nama yang banyak gugur dalam kerja paksa itu kalo cuma disejajarkan dengan lemburan kita. Kita kerja kan dibayar, sementara mereka pahlawan kerja rodi dan romusha sama sekali enggak! Jangankan dibayar, dikasih makan sehari sekali aja udah untung. Belum lagi kalo mereka malah nggak bisa melaksanakan kerjanya karena kurang energi, makanan yang datang justru pukulan dan serangan fisik yang bertubi – tubi. Miris banget. Beda banget toh sama kita yang kalo lembur justru dapet ekstra uang jajan, plus disuguhi pula dengan tawaran makan enak yang disediakan kantor. Bedaaa bangeeettt kaannnn!

Yuk, kita budayakan jiwa penuh syukur.

Hargai pekerjaan Anda, karena nggak setiap orang berkesempatan untuk sampai pada posisi seperti Anda!

*Lembur doang maaahhh, KECIIILLLLL!!

;)

6 Comments to “Kerja Rodi dan Romusha Masa Kini”

  1. mas keterangannya masih kurang lengkap

  2. Nice Job :)

  3. hmm.. bingung mau komentar apa hhee…. ^v^

  4. oh jadi yg di maksud kerja rodi itu ini ya “penjajahan yang dilakukan bangsa – bangsa yang pernah menduduki Indonesia. Semua itu tidak jauh dari bentuk kerja paksa”

  5. thanks atas infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: