February 28, 2011

Februari

FEBRUARI

Banyak yang mau diceritakan di blog ini, tapi waktu sedang tidak memihak. Banyak hal seru di Februari, sesegera mungkin akan aku bagi. Tidak hari ini, nanti pasti. Hanya ingin mengisi kekosongan archive Februari, sekian dulu yaa saudara-saudari. Hhhihii, thankyouuu anyway for February.. ;’)

January 31, 2011

Bisik Semangat untuk Si Asik

Rencananya surat ini mau dibikin surat kaleng yang dikirim lewat PosCinta. Tapi yaa, apa daya karena salah lihat aturan mainnya, tak bisa dikirimnya Sabtu lalu. Silakan dibaca deh kalo begitu, anggap saja surat misterius, penulisnya kamu tak tahu. hhehe 🙂


Bisik Semangat untuk Si Asik

Teruntuk @triaasik

Halo gadis asik nan cantik berlaku menarik. Aku tak kan memulai surat ini dengan pertanyaan soal kabarmu, karena kuyakin keadaanmu dalam kondisi baik saja, ditengah keluarga yang berbahagia, kekasih penuh cinta tiada tara, serta sahabat-sahabat luar biasa dimana saja. Doaku yang mengirimimu surat ini pun sama, selalu kau dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Amin.

Dengan dibacanya surat tanpa nama pengirim ini olehmu, mungkin membawamu seketika pada kondisi yang membingungkan. Tapi tenanglah, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari sepucuk surat tanpa nama ini. Kau hanya perlu membacanya, mengingatnya sesekali nanti pada waktu yang aku tak tau, dan menyadari bahwa diluar sini masih ada seseorang yang selalu mendoakanmu dalam bahagia selamanya.

Tria,
saat kau membaca surat ini, aku tak tau bagaimana air mukamu terbaca, tapi kuyakin akan wajahmu yang menerima hangat surat tanpa nama ini, dengan senyum mengembang sesekali. Meski tanpa nama, aku yakin kau membaca surat ini tanpa terlewat satu kata pun, aku yakin kau dalami pesanku dalam surat ini, dan aku yakin kau ingin segera membalasnya tanpa tahu aku siapa.

Tria,
bisa saja aku tetiba menampakkan diri di hadapmu, namun waktu belum juga merestui pertemuan kita. Aku mengerti padatnya kesibukanmu, dan kuyakin kau mengerti benar akan kondisi yang memang belum menyetujui adanya jumpa lagi antara kita. Bicara soal kesibukanmu, aku tahu kau tengah menempuh sisa-sisa akhir perjalananmu di bangku perguruan tinggi di kotamu singgah kini. Doaku, segala urusanmu dalam penyelesaian tugas akhir perkuliahan itu segera dapat terselesaikan. Semoga Yang Maha Kuasa memberikan kemudahan dalam setiap langkahmu menyelesaikan masterpiece dalam jenjang Strata 1-mu itu, dilancarkan semua hal yang berkenaan dengan yang tersebut, serta memperoleh buah manis dari segala perjuanganmu yang kadang berjalan tak sesuai rencana. Tria, yakinlah bahwa semua lelah yang kau kerjakan hari ini akan terbayar indah pada waktunya nanti. Tak ada upaya yang sia-sia jika dikerjakan sepenuh jiwa, tak lupa doa senantiasa dipanjatkan demi ridho-Nya.

Tria,
tanamkan dalam hati bahwa tidak ada yang sulit selagi kau mau berusaha. Everything is easy when you know how. Segala rintangan dan kejutan dalam perjalananmu menyelesaikan tugas akhir ini mengajarkan kita bahwa tak ada cara instant menuju sukses. Semua butuh proses dan pengorbanan. Hidup ini bukan semacam telepon seluler yang dengan mudahnya dapat kita atur shortcut-nya. Nikmati perjalananmu pada tahap ini, karena nantinya ketika kau berhasil kelak, kau akan merindukan saat-saat perihnya keringat mengucur di dahimu. Tak ada salahnya mengorbankan hal-hal yang tidak terlalu penting di saat-saat ini, karena nantinya kau akan mendapatkan anugerah yang tak kalah luar biasa indah.

Tria,
setelah usaha dan kerja yang tak lelah, lanjutkanlah dengan berserah kepada-Nya. Kembalikan segala hasil akhir pada yang memegang kuasa di alam semesta ini. Ketika beban semakin berat, niscaya pertolongan-Nya akan semakin dekat. Tak lupa titipkan doamu juga pada orang-orang terdekat, percayakan bahwa mereka adalah benar orang-orang yang hebat. Ketahuilah bahwa namamu tak pernah lupa disebut dalam setiap doa Ibu dan Ayahmu, serta kedua kakakmu. Namamu pun sudah baik dihapal oleh rekan-rekanmu dalam doa yang mereka rapal. Kekasihmu pun selalu memanjatkan harap pada bahagia yang sama untuk kalian dalam waktu dekat ini.

Tria,
fokuskan dirimu pada pencapaian terdekat dan terhebat dalam tahap ini. Ini hanya sekelumit cerita dari buku perjalananmu. Dan ingatlah ini bukan akhir dari perjalanan, karena akan ada perjalanan selanjutnya yang terkira akan lebih berat. Tapi yakinlah, setelah kau dapat melewati sulitnya hari ini, kau akan terbiasa dan lebih siap dan sigap melewati kerikil yang ada selanjutnya. Tetap berusaha dan berdoa, maka hal yang tak mudah akan terlewati begitu saja.

Tria,
setelah kau membaca surat tanpa nama ini, mungkin kau menggerutu betapa aku terkesan mengguruimu. Sungguh aku tak bermaksud begitu. Anggap saja aku adalah kelinci yang sudah diujicobakan sebelumnya, sehingga aku dapat memberimu sedikit celah dimana kau akan mampu meloncat dengan loncatan terindahmu tanpa cedera. Aku membiarkan surat ini tetap tanpa nama bukan tanpa alasan, Tria. Bukan maksudku untuk melakukan teror sederhana. Aku hanya bermaksud membisikkan semangat padamu dalam perjalananmu yang hampir selesai ini. Tanpa kau tahu darimana asal dan rupanya, kuharap bisikan ini akan selalu terngiang dalam ingatanmu dan menjadi pemacu semangatmu. Aku akan menunggumu di titik finish. Dan bersiaplah menerima pelukan kebanggaan dariku nantinya. Semangat selalu a bachelor-to-be.

Ingat selalu bisikan ini yaa gadis asik. 🙂

January 31, 2011

Pendampingku, ya Si Boneka Ungu

Teruntuk Barney,

Surat cinta ini aku tujukan untuk kamu si teman tidurku sepanjang hari, baik tidur siang maupun malam. Saat aku menulis surat ini pun kamu dengan setianya tengah berada disampingku di atas ranjang kita berdua ya boneka ungu sayangku. Melalui surat ini, surat cinta yang kutulis di depanmu, aku ingin mengucap terima kasih yang sedalam-dalamnya karena kamu dengan baik hati selalu menemani dimana tidurku. Maafkan aku juga ya Barney, karena bobotku sering kurebahkan pada dirimu. Itu semata karena aku sangat menyukaimu dan nyaman melabuhkan diri padamu, Barney. Sekali lagi aku mohon maaf atas mengempisnya bagian dari dirimu. Sungguh aku tak bermaksud menyakitimu, Barney.

Barney, ingatkah kau berapa malam sudah yang kita lewati bersama? Sungguh aku tak dapat menghitungnya. Tepat di usiaku 17 tahun, kamu datang menjadi milikku lewat pemberian hadiah ulang tahun dari seorang teman. Seketika mendapatimu, aku langsung jatuh cinta padamu yang amat nyaman di pelukanku. Barney, teruslah berada di sampingku.

Pelukku untukmu,

*yani*

January 31, 2011

Teman Sekekecewaan, Teman Seperjuangan

Surat Cinta untuk Stefano Astra,

Yeay, project #30HariMenulisSuratCinta akhirnya dimulai, dan beruntunglah elo No jadi orang pertama yang gue kirim surat cinta. Wets, meski kedengerannya menye-menye pake surat-suratan begini, tapi gak apa-apa dong sesekali bersikap lebih manis dari biasanya ke temen sendiri. Hiyaah, pembelaan mulu nih gue nggak kelar-kelar. Oke, sebagai temen gue yang baik, jadi elo pasrah-pasrah aja ya nerima surat ini.

Oke, masuk ke isi surat.

Anoo, seriusan seneng banget ya Januari kita tahun ini. Sumpah akhirnya merasakan indahnya menjadi Sarjana. Ya, Sarjana. Perjuangan di kampus kebanggaan ini akhirnya selesai dengan Gelar Sarjana yang kita inginkan. Fase paling diinget selama masa perkuliahan sampe akhirnya lulus ya soal SKRIPSI. Dooh, rada gimana nggak sih denger kata itu. Ya, kesamaan nasib bikin kita makin deket. Nasib karena harus ngulang tema skripsi, karena sidang outline kita nggak disetujui penguji, daann dengan penguji yang sama. Akhirnya kita mulai dari awal lagi, mikir antara penelitian kuantitatif sama kualitatif mana yang lebih mudah dikerjakan. Dan akhirnya gue dengan kuantitatif, dan lo kualitatif.

Dan akhirnya di 27 Desember gue sidang dan dinyatakan lulus, disusul elo di 28-nya. Yeaah, finally perjuangan kita beres ya No. Senang dikelilingi teman penuh semangat seperti lo. Dan di akhir surat ini gue menyatakan bahwa #BaladaJobSeeker dimulai. Bersedia. Siap. Yaaaa!!


Let’s do our best to its fullest, friend!

🙂

*Surat ini harusnya dikirim #day1 di #30HariMenulisSuratCinta, tapi gak apa lah baru dipublish sekarang. Baru nemu koneksi siihh.. hhihiii*