jangan sampai mereka tau!


Menyandang status sebagai mahasiswa semester 7 di sebuah perguruan tinggi yang menuntut kerja keras [dan kerja cerdas], membuat gue [dan kalian mungkin] sering merasa lelah. Banyaknya tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan membuat kita seringkali merasa masa muda ini begitu penuh dengan perjuangan, dan amat sedikit sekali memiliki leisure time. Belum lagi dengan masalah pribadi yang kurang lebih juga punya andil membentuk mood kita di kampus. Pasti deehh pernah ngerasain capek, lelah, males, enggan, bahkan ingin keluar dari situasi seperti itu. Ya kaannn?! Ya dongg?! Beneerr kan?! Benerrr doongg?! Hayoo ngakuuu,,oke ya kalo pada gak mau ngaku, setidaknya ya gue pernah merasakan feeling2 kaya gitu. Hhehhee..

 

Bicara soal perasaan lelah yang mendera, capek yang bergayut, serta penyakit malas yang menjangkit, sadar atau tidak, perasaan itu seringkali ingin kita lepaskan. Dan beberapa waktu belakangan ini, gue mendapati beberapa teman gue sepertinya mempunyai cara jitu untuk sekedar melepaskan perasaan2nya itu. Menumpahkan perasaan2 itu lewat STATUS di jejaring sosial. Itu caranya.

 

Misalnya, “Si A : capek jiwa raga menghadapi ujian di depan mata”. Atau status Si B yang bunyinya kurang lebih mengeluhakan begitu banyaknya tugas kuliah dan serentetan kegiatan yang harus dilakukan. Memang sih cara itu bisa jadi sedikit tempat pelampiasan atas perasaan gak nyaman yang kita rasain, tapi coba deh teman2 pikir dua kali sebelum nge-post status yang berbau keluhan seperti itu.

 

Mari kita coba ilustrasikan. Mari berandai-andai. Seandainya, pas kita lagi on PC dan pasang status capek soal kuliah, ternyata tanpa kita sadari, di belakang kita tuh Ibu kita ngeliat postingan status yang isinya keluhan itu. Bisa kebayang gak gimana perasaan Beliau?!

 

Ilustrasi lain misalnya, di FB kita temenan sama account FB Ayah kita. Kebayang gak sih kalo pas Beliau buka FB, ternyata di home-nya muncul update status anaknya yang lagi ngeluh soal kuliahnya, ngeluh soal kegiatannya yang segambreng. Huuhhh…

 

Seandainya ada di posisi Ibu dan Ayah tadi, apa yang terbersit di pikiran teman2?! Satu kata yang mungkin sama akan terpikir, SEDIH. Betapa hancurnya hati mereka ketika buah hati yang mereka banggakan, anak yang mereka harapkan, merasa dirinya lelah menghadapi tugas dan kewajibannya. Sejurus kemudian, mereka akan beralih pada rasa khawatir akan buah hati mereka. Khawatir apakah anak2nya dapat melewati semua yang dirasa sulit dan berat oleh anak2nya. Hal itu akan menambah pikiran mereka, padahal masih banyak juga yang menjadi pikiran mereka.

 

Perasaan capek, lelah, malas, dan teman2nya itu manusiawi kok. Jadi jangan malu mengungkapkannya, kalo dipendem terus juga gak bagus tau, bisa bikin jerawat batu. Tapi satu hal yang ingin gue share, kalo atas uncomfortable feeling yang gue sebutkan di atas, sebaiknya orang tua kita jangan sampai tau. Eitss, bukan mau main rahasiaan2 sama MaPa, tapi ini buat self impovement kita sendiri. Gak mau juga dong nambah-nambahin pikiran ortu kita. Kan kita udah bukan ABG lagi, udah sepatutnya bisa lebih mengatur emosi sendiri. Belajar menyelesaikan unfinish business kita. Kalo dikit2 MaPa kita tau keluhan kita soal kuliah tadi, seperti yang gue udah sebut diatas, agaknya itu bisa menambah beban pikiran mereka, padahal yang harus mereka pikirkan kan bukan kita seorang. Masih ada adik atau kakak kita. Pekerjaan mereka. Sosial responsibility mereka. Dan tentunya urusan domestik perumahtanggaan dan keluarga.

 

*ketika kita lelah,jangan sampai mereka tau. kembangkan senyum terindah kita untuk MaPa dirumah. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: