tentukan pilihanmu, sekarang!


Beberapa minggu yang lalu, nasib buruk menimpa komputer di rumah gue. Mungkin lebih tepat kalo gue menyebutnya ‘peternakan virus’, soalnya disitu tempat tumbuh dan berkembangnya beraneka virus-virus dalam bentuk dan nama apapun (substances over form principe, xD). Waktu itu kompi gue mati total, gak bisa masuk ke OS-nya. Gue yang kaga fasih soal komputer pun langsung panik bukan kepalang. Mau ngadu ke bokap, takut dimarahin karena dinilai gak bisa menjaga fasilitas yang udah dikasi. Karena bagaimana pun gue juga punya andil yang ngebikin komputer itu jadi mati suri. Gimana enggak, udah lama gue tau persis kalo di kompi itu emang udah banyak virus, tapi sama sekali gue tidak melakukan treatment apa pun buat mengakhiri jalur hidup virus-virus itu, jadilah tu virus leluasa beranak pinak sampe menyerang system. Akhirnya, dengan sedikit muka memelas, gue ngadu ke nyokap, daannn sudah pasti selanjutnya tindakan curing yang dilakukan buat kompi gue adalah dengan mengirimnya ke teknisi. Dan gue pun cuci tangan. Hhehhee..

 

Di saat-saat kompi gue meninggalkan induk semangnya dirumah, justru tugas-tugas senantiasa datang menghampiri gue. Dan artinya gue membutuhkan peran si peternakan virus itu. langkah selanjutnya yaitu gue akan berpaling dulu ke laptop. Tapi komputer jinjing itu pun lagi gak bersahabat sama empunya. Koneksinya gak bisa-bisa, dan setelah gue inget-inget, waktu itu emang koneksinya di-delete sama temen gue. Dengan kondisi mendesak yang semakin membuat napas gue sesak, berinisiatiflah gue untuk memanfaatkan jasa warnet di depan lokasi perumahan gue tinggal. Meski gue tau tempatnya gak begitu nyaman, tapi gue mikir itu lah yang paling deket, karena gue lagi bener-bener males jauh-jauh dari home sweet home. Jadilah gue meluncur ke warnet yang operatornya embak-embak (yang menurut gue, dan gue denger agak-agak aneh, tapi emang aneh kayanya, makanya terusin deh baca notes ini,hehe).

 

Sampe di warnet, gue dapet komputer paling depan, dan dari situ gue bisa dengan mudah melihat dan mendengar gerak-gerik embak-embak sang penjaga warnet itu. Naaahh, pas gue lagi seru-serunya internetan, gak sengaja gue denger percakapan antara mbak warnet itu dengan seorang calon customer yang baru nyampe di pintu warnet. Petikan dialognya kurang lebih gue narasikan begini.

 

Mbak warnet : “Internetan, Mas? No. 4. Silakan.”

Customer : “Nggak mbak. Mau minta tolong ketikin aja. Disini bisa gak?”

Mbak warnet : “Yaah, gak bisa, Mas. LAGI CHATTING INI SOALNYA.”

 

Hiyaahhh, gue sih jadi mas-mas calon customer itu bisa langsung emosi seketika dapet alesan kaya begitu dari si Mbak warnet. Dan si Mas calon customer tadi juga langsung caow dari tuh warnet.Dalem hati sih gue geleng-geleng kepala. Rada gak abis pikir aja gitu, kesannya si Mbak warnet itu tadi nolak rejeki gitu. Itu menurut gue sih, soalnya sepenglihatan gue, paling chatnya juga gak penting-penting amat, bukan diskusi matakuliah atau bisnis apa gitu. Orang dia OL sambil nyanyi-nyanyi yang lumayan ganggu dan bikin gue plus beberapa pengunjung warnet jadi agak gak nyaman. Tapi gak tau juga sih, sotoy aja gue, hehe.

 

Then, pas gue mau cabut dari tuh warnet, ada pengalaman lain yang menambah poin kejanggalan si Mbak ini. Begitu gue sampe di depan meja Mbak warnet itu dan mau bayar, si Mbak berkata : “Bentar ya, lagi banyak yang ngajak chatting nih.” Duaarrr, denger statement begitu gue rada kepancing. Gue bilang aja gini : “Ya di-close dulu aja, Mbak.” (dengan nada setengah tinggi khas banget kalo gue lagi esmosi, dalem hati gue nambah emosiooonngg…).

Teruuss,, di jalan pulang gue jadi muter otak. Kepikiran hal yang seharusnya sih gak penting buat gue pikirin. Sepanjang jalan menuju rumah gue mikirin si embak-embak warnet itu. Dengan kejadian yang tadi gue alamin di warnet, ada hal yang bisa gue ambil hikmahnya. Sekilas sekelebat gue kepikiran aja kalo sebagai individu yang mempunyai peran sosial, kita perlu punya yang namanya SKALA PRIORITAS. Sepatutnya kita bisa jeli dalam melihat setiap urgensitifitas suatu tindakan dan kegiatan.

Teman-teman yang dirahmati Allah, semoga kita bisa menentukan pilihan pada hal-hal yang lebih efektif dan efisien. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang bijak dalam bertindak, jangan sampai kita menjadi pribadi yang MENUNDA-NUNDA segala sesuatu yang seharusnya DISEGERAKAN atau justru menjadi pribadi yang malah MENYEGERAKAN sesuatu yang seharusnya DITUNDA.

 

Mari kawan, tentukan pilihanmu, sekarang!

 

^_~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: