kopinya wara-wiri,,hhihiii ;p


Jumat, 30 Oktober 2009

Berbeda dari jadwal jumat biasanya, di jumat pagi ini gue ada kuliah pengganti Seminar Pajak. Beresan kuliah, gue berniat memanjakan mata dan diri dengan melakukan salah satu hobi para wanita yang cukup menghimpit dompet jadi setipis-tipisnya, berdua sama salah satu daily mates terbaik gue, si empunya Depok yang gak doyan makanan bawang2an, yang sering kupanggil Putri Hijau atau Uut Permatasari. Selesai melepas hasrat berburu barang2 idaman hati, sesampainya dirumah tinggallah yang tersisa si capek yang mulai rese. Saking capeknya, gue ketiduran depan tivi, dan disela menikmati keletihan itu gue cuma nonton tivi dan gonta-ganti channel gak keruan. Kemudian sampailah pemberhentian jempol gue dari memijit tombol remote di salah satu stasiun tv swasta. Program yang lagi tayang tuh Wara-Wiri yang dipandu Komeng, Adul, dan cewe bule Kate, yang lokasinya di salah satu cafe kopi terkenal di Jakarta. Gue emang gak ngikutin acara itu dari awal si, tapi yang gue inget, waktu itu lagi segmen dimana ketiga host acara itu belajar gimana caranya menilai kopi dari keharuman dan keasamannya dengan mencicipi beberapa gelas kopi di hadapan mereka.

Pertama, Pak Agus, sang tuan rumah dari kedai kopi ternama itu meminta Komeng dan dua host lainnya mencicipi rasa kopi dari dua buah gelas yang berbeda yang disediakan. Setelah itu, Pak Agus menanyakan pada Komeng kopi dari gelas manakah yang paling harum dan gelas lainnya yang paling kuat tingkat keasamannya. Komeng pun menjawab bahwa kopi yang paling harum adalah kopi yang berada di gelas sebelah kanan, dan kopi yang paling asam adalah kopi yang ada di gelas sebelah kiri. Intinya, each coffee has its own taste!

Setelah mendapat jawaban dari Komeng, Pak Agus menjelaskan kalo masing-masing kopi itu punya karakteristik yang beda-beda dan akan beda-beda juga penilaian dari yang meminumnya. “Iya, preferensi tiap-tiap orang berbeda”, tegas Pak Agus. Dari situ aku tercengang, bahkan untuk mengetahui rasa kopi saja, setiap orang punya standar dan kriteria masing-masing yang tentunya berbeda antara satu dan yang lainnya. Kembali lagi, tergantung personal preference-nya!

 

Adanya preferensi yang berbeda terhadap kasus kopi tadi, membuat aku berfikir bahwa kita tidak bisa memaksakan satu preferensi yang sama sepenuhnya atas satu hal/tindakan. Aku jadi ingat perdebatanku beberapa waktu lalu dengan seorang sahabat, perihal pasangan yang suka melarang pasangannya. Sahabatku berpendapat “Enak dong punya pacar yang suka ngelarang ini-itu. Pasti itu juga buat kebaikan kita juga. Tandanya dia sayang sama kita. Bagus kan?!” Sementara aku, dari pihak oposisi justru berpendapat lain. “Helloo,, i’m 21. I know what’s best for me! Mau nge-mall sama temen, makan disini, jajan disitu. Sah-sah aja kok. Kenapa harus dilarang-larang cobaaa?!”

 

Aku pernah mengamati dan sedikit melakukan riset kecil, bahwa seseorang yang suka melarang pasangannya, punya kecenderungan untuk tidak ingin tersaingi dari pasangannya itu. Memang sih riset ini gak bisa berlaku mutlak, karena sampel dan populasi yang aku teliti memang belum cukup meng-cover semua gender. Tapiii,, ada baiknya juga deh kita mengkaji ulang apakah segala ‘larangan’ dari si dia memang bentuk verbal dari rasa sayangnya? Atau malah itu cuma bagian dari penyakit hatinya yang kerap kali dilanda IRI?!

 

Disini aku tekankan, bahwa tulisan ini bukan untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu atau semacamnya. Tapi, tulisan ini sekedar untuk membuka wacana yang jelas-jelas ada dan nyata, yang mungkin justru sedang [atau pernah] kita alami.

 

*does your mouth accept these ‘coffee’..??!!

lol

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: