Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!


Hayoo, kira-kira temen-temen pada inget nggak nemuin command seperti itu dimana?! Kalo boleh membantu mengingatkan, coba kita flash back ke zaman berseragam putih merah. Waktu masa-masa sekolah dasar dulu, kita pernah ngalamin evaluasi belajar tiap semester atau caturwulan, yang biasa dikenala dengan istilah Ulangan Umum atau ULUM, Evaluasi Hasil Belajar atau UHB, atau mungkin ada sebagian kawan yang familiar dengan sebutan Tes Hasil Belajar atau THB. Naaah, seinget yang aku pernah alami, di tiap ulangan atau ujian evaluasi tadi, kita diberi soal yang terdiri dari tiga bagian. Pertama, bagian multiple choice atau yang waktu SD sering aku sebut bagian ‘silang-silangan’. Bagian kedua biasanya berupa pengisian titik-titik, atau yang di Program H*ppy Song yang dibawain abang Ch*ky biasa disebut fill in the blank. Then, bagian ketiga biasanya bagian paling sulit nih, karena kita dituntut untuk menjawab soal dengan jawaban yang paling tepat, biasanya dimintakan dalam bentuk uraian singkat. Kalimat perintah yang muncul di bagian ini ya serupa dengan judul postingan ini; “Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!”

 

Belakangan ini aku merasa sepertinya kalimat perintah itu perlu aku gunakan sering-sering. Pasalnya, sekarang ini aku seringkali merasa orang-orang terkadang tidak menjawab sesuai dengan yang ditanyakan. Entah memang terdapat kekurangpahaman antar bahasa yang digunakan, atau memang terdapat sesuatu yang memang tidak dapat dibahasakan. Menginjak usia yang semakin dewasa ini (Insya Allah), sepertinya kalimat perintah macam judul postingan ini tidak perlu lagi bukan?! Yang terpenting bukanlah jawaban BENAR dari pertanyaan yang ditujukan, tapi bagaimana kita menjawab pertanyaan tersebut secara BENAR. Cara yang benar yang aku maksud disini berkaitan dengan pattern dari pertanyaan. Kalo ditanya tentang ‘Siapa’, sudah tentu jawabannya berupa nama, bukan?! Sementara bila yang ditanya tentang ‘Kapan’, ya mbok ya dijawab dengan keterangan yang menunjukkan waktu. Atau ketika ada pertanyaan yang mengenai alasan, tentunya akan ada kata ‘karena atau sebab’ untuk menjawabnya.

 

Contoh memprihatinkan yang pernah aku dengar adalah sebuah percakapan pendek dari pengalaman antara seorang Ibu paruh baya dengan putranya, yang kurang lebih aku narasikan begini: Ibu : Mau kemana, Nak? Anak : Pergi. Berasa ada yang gimanaaa gituuu, nggak?! Coba deh liat lagi cuplikan percakapan tadi. Lha wong ditanya mau kemana, harusnya dijawab dengan menyebutkan nama tempat kan. Ini malah bilang mau pergi, Si Ibu juga pasti udah tau kalo si anak mau pergi, lha makanya ditanya mau kemana. Pergi itu juga ada tujuannya, Nak. MAU KEMANAAAA????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: