aku mau sembuh!


Dihari kesepuluh di bulan Desember ini boleh jadi merupakan moment turning point-ku sebagai mahasiswa S1 Reguler di Kampus Perjuangan. Tanggal ini bisa jadi tanggal keramat yang dinobatkan sebagai hari terakhir untuk kami, mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Fiskal 2006, melewati masa kuliah di bangku kelas. Sebelum akhirnya menjalani Ujian Akhir Semester 7, dan menyongsong semester penuh tantangan dan pengharapan dengan internship program dan skripsi di Semester 8 mendatang. Fenomena ini begitu menarik perhatian, bukan saja untuk kalangan mahasiswa fiskal, tapi se-ADM-ers lainnya. Coba deh tengok status beberapa teman kita, semua mengingatkan betapa tidak terasanya kebersamaan kita di 3.5 tahun terakhir ini. Aku rasa aku tidak perlu mendeskripsikan bagaimana haru birunya perasaan ini, kita semua merasakannya bukan?!

Dengan kuliah penutup Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak, dan ngantri fotokopian master Managemen Pajak Bu Ning di ITC, aku melewati hari kamis ini dengan menjadi KUPU-KUPU, kuliah-pulang! Bersama salah seorang rekan genk-PONDOK, yaitu Ibu Cantik berdarah Arab (yang selanjutnya aku sebut “SA”), aku menempuh perjalanan Depok-Pondok Gede dengan memanfaatkan jasa si Merah T-19, dan disambung dengan si Oranye K-40. Perjalanan kami diisi dengan pembicaraan seputar kuliah, uas, magang, dan tidur. Khusus untuk item terakhir itu perlu digarisbawahi karena kurang lebih tulisan ini akan menyoroti perihal kebutuhan manusia yang satu itu.

SA : “Kira-kira kita sampe rumah jam 12 lah yaa, abis itu tidur sebentar satu atau dua jam paling lama, baru deh mulai belajar.”

Aku : “Whaaa,, rajin banget! Yani mah kalo udah tidur bablas, kayanya kebanyakan tidur nih, tau deh kapan belajarnya.” (Seriously, aku malu lho mengumbar statement ini, huhuuu)

SA : “Emang kalo tidur siang maksimal berapa jam, Yan?!

Aku : “Mm, tidur siang kalo bisa lama pasti dimanfaatin banget deh. Misalnya abis beresan makan, solat, dan istirahat bentar sekitar 12.30, terus tidur samper 17.30 deh.” (Mulai keliatan kebo-nya belom niihh..;p)

SA : “Oo, yani biasa mulai ON belajar malem-malem yaa?”

Aku : “Ah, nggak juga kok. Kalo malem malah yani cuma nonton tv doang, biarpun sinetron nggak jelas, juga tetep yani tonton, intinya gak belajar. Hhehee.. terus, kalo malem nyalaian alarm sebelum tidur, pas bunyi cuma matiin doang, eh lanjut tidur bablas ampe pagi.” (Seriusan malu banget nyeritain yang ini. Oh my!)

SA : “SA juga sering banget ngantuk, Yan. Bahkan di motor sama misua juga kadang suka tidur. Nggak tahu tempat sih, hhehee. Sebenernya sih salah, seharusnya jangan manjain diri kaya begitu. Istilahnya ya JANGAN NURUTIN NGANTUK TERUS.”

Duaarr, denger ‘sentilan’ dari best-est-ku yang satu ini, aku gak bisa berkata-kata. Cuma cengengesan, MALU. Sentilan itu kini menjadi dorongan yang begitu kuat untuk aku pribadi sebagai orang yang mempunyai ambisi tidur yang amat besar dan penyakit kantuk yang selalu kronis, terutama di masa-masa ujian. Aku mau sembuh!

*Banguuunnnnn, Yaannnnnn…. Masih banyak pintu yang harus kamu ketuk!

ps : terimaksiii yaaa,, sudah membangunkankuu…love you my best!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: