i think i’m in L!


Rasanya terlalu jujur untuk menyebut ini surat cinta.
Tidak salah bukan jika mengaku jujur? Hmmm…
Mungkin bahagia tiada tara jika ini sempat dia baca.
Tapi tidak. Tidak mungkin.

Aku tersipu, tersenyum-senyum simpul sendiri saat menarikan jemari di atas keyboard untuk menuliskan ini. Sesekali khayalanku melanglang buana, membayangkan senyum indahmu. Dan sesekali itu pula lekas kuhapus. Tersadar bahwa detik ini aku masih bergulat dengan perasaanku sendiri. Pupus. Tak biasanya aku memolorkan jam tidurku hingga larut, bahkan mulai pagi, saat sang Jago bersahut-sahut. Hanya ingin menanti sebuah nama yang appear ONLINE, lalu bersorak : “Yesss,, he’s online!” Sejurus sesudahnya, harapan untuk bisa ngobrol dengannya menjadi begitu menggebu. Bahkan ketika mata ini benar-benar tidak dapat menahan serangan kantuk yang hebat, aku akan tetap bilang : “Belum ngantuk, kok”, saat dirinya bertanya : “Kamu belum tidur?”.

Esoknya, bangun pagi dan berusaha menjadi pengirim pesan pendek pertama dalam inbox-nya selalu menjadi rutinitas pagiku. Tak peduli belum gosok gigi, tak peduli tugas belum rapi. Go to Write New Message, then Send! Itu yang ada dalam otakku, bukan bahan kuliah yang akan dibahas di kelas, bukan pula agenda rapat kepanitiaan, atau setidaknya adakah sarapan pagiku sudah siap? Bukan itu, tapi DIA.

Hariku akan terasa bersemangat andainya balasan pesan darinya sesegera mungkin masuk dalam ponselku. Bahagia bukan kepalang. REPLY. Satu hal yang lantas bergelisat cepat dalam pikiranku. Kucoba rangkai kata demi kata, kusingkat, kuhapus yang tak penting, kuperjelas, membantumu mengerti maksud pesanku. Kuketik ulang. Hapus. Pesanku harus sempurna, sesempurna makhluk yang kukirimi pesan itu.

Detik jam terus berjalan menuju waktu yang selalu terus maju. Aku bersiap diri menuju satu titik, tempat aku dan dia bertemu. tepatnya, tempat dimana aku berusaha sekeras mungkin mencocokkan detik waktu agar bertemu dia, dengan kesan tak sengaja. Kata orang, kalo ketemu ehem-ehem nggak sengaja, namanya JODOH.

Aku akan berusaha melewati tempat-tempat yang biasa dia datangi, berharap bertemu sosoknya sekalian. Bahkan ketika aku tahu dari temannya, dia suka datang ke perpustakaan kampus kami menuntut ilmu, aku langsung sering-sering menyambangi tempat itu. Padahal, sama sekali, perpustakaan tempat yang paling aku benci. Aku yang ramai, tidak suka aturan perpustakaan yang tidak tidak boleh berisik. Aku yang doyan ngemil ini itu, tidak bisa menahan lama-lama gerakan peristaltik dalam mulutku selama di perpustakaan.

Aku senang bisa chatting dengannya di setiap malam-malamku, meski kadang obrolan kami sering tak berujung dan mengorbankan waktu tidurku yang panjang. Aku senang mengiriminya pesan, meski dengan melakukannya itu berarti menghabiskan waktuku hanya demi secuil pesan singkat, yang kubuat terlalu apik, terstruktur, terkonsep, bahkan mendapat persiapan lebih dari persiapan ujianku, hanya untuk dia. Aku senang duduk di perpustakaan berjam-jam lamanya, meski cuma menunggunya lewat secara tak sengaja. Tanpa sepatah kata, bahkan mungkin senyum pun cuma beberapa saja.

Inikah ‘AKU’???
Dapatkah ‘AKU’ bertahan menjalani ke-aku-an-ku??

2 Comments to “i think i’m in L!”

  1. wew..
    tak kusangka gw bertahan untuk terus baca postingan lamamu yan. ehehe..
    *klik older post teruuuuus*

    ih so sweet banget deh..
    rasanya baca postingan ini kayak ngaca sama pengalaman diri sendiri😳

    • ahhahaa…
      sumpah kalah jauh sama postinganmuu..
      belum jago juga nih maininnyaa,cuma iseng dipublish ajaa..
      asiikkk,,skrg gue punya tempat berkunjung deehh…hhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: