saya suka [kata-kata] pria ini…HHAAHHAAHAA


saya suka kata2 pria ini..HHAHHAAA

Weekdays yang saya jalani memang tidak jauh beranjak dari SPT PPh, PPN, dan Faktur Pajak Masukan maupun Keluaran, sama seperti matakuliah yang pernah saya dapat di kampus perjuangan. Semua yang saya jalani juga tidak jauh berseberangan dengan daily activity saya selama kuliah, nonton infotainment. Hampir setiap waktu libur saya di zaman kuliah rela saya berikan sepenuhnya dengan mencekoki diri nonton berita-berita seputar artis dan public figure. Mungkin kesannya memang nggak ada kerjaan yaa, tapi bagaimana juga saya bisa dengan mudahnya menghilangkan kebiasaan itu?! Setidaknya kebiasaan nonton infotainment itu belum bisa saya rubah selama masa magang ini. Beruntunglah, tempat saya magang hanya butuh sekitar 15 waktu tempuh, jadi saya masih bisa [selalu] menyempatkan diri stay tune di depan program gosipan pagi-pagi. Hhhiihii, berasa calon ibu RT deeh..

Seperti yang saya bilang, saya selalu menyempatkan diri menyantap berita hangat pesohor negeri di pagi hari, begitu pula di suatu pagi tanggal 27 Januari 2010. Saya dengan sigapnya menyantap menu sarapan pagi ditemani cerita khas penuh sensasi para artis ibu kota. Estafet infotainment, saya menyebutnya. Dari program stasiun tv yang satu, kemudian berpindah ke infotainment stasiun tv lainnya. Dari perjalanan estafet itu, saya melihat berita seorang artis pria blasteran berinisial SZ yang baru melaunching film terbarunya, 18+. Bukan tentang film itu yang akan saya bahas disini, tapi tentang SZ yang ternyata sudah putus dengan pacarnya yang notabenenya artis muda juga, GI. Saya turut mengikuti perkembangan kisah kasih dua sejoli itu, karena dulu si artis GI itu sempat menjadi tetangga samping rumah saya semasa kecil, tepatnya sebelum karier keartisannya melejit. Ok, kembali lagi ke hobi nonton infotainment yang saya tekuni, hehe. Saya menyimak dengan jelas wawancara SZ tadi yang diberondong pertanyaan oleh awak media perihal kandasnya hubungan cintanya dengan GI. Coba saya ingat-ingat, kurang lebih begini petikan wawancara yang berhasil saya simak dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Hhehe, macam proklamasi ini.

SZ : “Yaa kan putusnya juga belum lama, baru juga beberapa bulan yang lalu, jadi belum bisa lah secepat itu ngelupainnya. Apalagi saya sama dia kan juga lama, hampir 3 tahun dan banyak sekali kenangannya, jadi yaa butuh waktu 6 tahun lah buat bisa ngelupainnya.”

Haahhhaa, i really love what he said! Meski kata-kata itu bukan ditujukan seseorang buat saya, tapi kata-kata itu cukup lah sedikit memporak-porandakan perasaan saya hari itu, bahwa masih ada pria yang berfikiran demikian. Jauh berbeda dengan pria yang mengobral janji setia setinggi langit yang melabelkan diri bahwa dia nggak bisa ngelupain kita, si mantannya, tapi malah sekejap seketika berkomitmen dengan yang lain. Kalo kata Bang Giring, “manaa janjii manismuu..” Ini zaman pembuktian, Bung. Bukan hanya menebar serentetan janji yang lantas menguap sesudahnya.

*kira-kira gue udah oke belom yaa buat nulis narasi program gosipan investigasi*

;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: