Cintai Pekerjaan Anda! CUKUP!


Cintai Pekerjaan Anda. CUKUP!

Kalo ada yang pernah baca postingan – postingan saya sebelumnya, kalo diingat- ingat, saya pernah menyebutkan bahwa salah satu daily routine yang saya lakukan adalah menonton tayangan infotainment. Kalo kamu kamu kamu ada yang nggak ingat, monggo mampir ke sini. Sempat, sekitar dua minggu ke belakang, santer diberitakan salah seorang artis muda nan cantik yang tengah berurusan dengan pihak kepolisian perihal kasus narkoba menjalin cinta ala the v*rg*n, alias cinta terlarang dengan lawyernya sendiri. Hal ini tentunya tidak menjadi masalah sepanjang mereka dalam kondisi sama – sama sendiri alias single. Yang jadi perhatian publik justru status sang pengacara yang sudah beranak – istri. Alangkah ironisnya jika hubungan profesional yang terbangun justru berbuntut pada kisah segi – sekian yang malah mengorbankan hati dan perasaan pihak – pihak tak berdosa, yaitu si kecil. Entah pihak mana yang memulai memercikkan api, yang jelas kedua insan yang terkena panah cupid itu sama – sama tidak menyangkal adanya kedekatan yang tercipta diantara mereka. Sejurus kemudian, tameng yang mereka pakai pun mengatasnamakan profesionalitas. Tanpa mau membahas kasus ini lebih lanjut, karena memang bukan kasus ini yang mau saya bahas dalam postingan ini, mari kita tinggalkan saja balada asmara antara lawyer dan kliennya itu.
Beralih ke cerita lainnya. Minggu lalu, saya dan beberapa teman menikmati makan siang kami di kantin kampus. Jarang – jarang pemandangan ini terlihat, karena kami memang tengah menempuh program magang demi memenuhi persyaratan akhir studi, sehingga hampir tidak pernah kami ada di kampus saat weedays. Seperti makan siang biasanya, tentunya diisi dengan acara pen-transfer-an informasi terkini (baca : gosip). Yang terasa berbeda, konten pembicaraan kami bukan lagi seputar perkuliahan [yang ingin sekali segera kami akhiri], tetapi mulai pada berbagi cerita dan informasi seputar pekerjaan beserta lingkungannya. Yang menarik dan membuat saya semangat mendengarkan alih informasi ini adalah cerita teman saya tentang social life di kantornya. “Nih ya, di kantor gue mah yang namanya gosip cepet banget nyebarnya. Gosip selingkuhan – selingkuhan gitu juga tuh banyak. Biasanya sih yang atasan sama anak buahnya gitu. Pernah yaa, waktu itu ada yang istrinya ke kantor dan ngelabrak gitu. Heboh deh! Ada lagi yang istrinya langsung ngadu ke atasan, dan akhirnya salah satu dari pasangan cinta terlarang itu mengundurkan diri.”
Cerita seorang teman ini sungguh memprihatinkan menurut saya. Kecintaan pada pekerjaan malah dibarengi dengan cinta yang tidak seharusnya. Memang, semakin tinggi pohon maka makin kencang anginnya. Nah, disitulah justru diperlukan fondasi yang kuat untuk dapat menopang dengan baik. Jawabannya adalah keluarga. Coba deh dikembalikan lagi ke diri masing – masing, sebenarnya untuk apa sih hasil yang didapat dari pekerjaan, untuk kebahagiaan keluarga bukan?! Saya jadi ingat, ada sebuah angkutan umum di daerah tempat tinggal saya yang kaca belakangnya bertuliskan “The mi a nak is three”. Meski spelling-nya sedikit membuat kita mengernyitkan dahi, tetapi saya yakin teman – teman bisa mengerti makna terdalamnya.
Kecintaan pada pekerjaan itu baik, tapi jangan sampai ada cinta – cinta lain dalam pekerjaan yang dapat menjauhkan kita atau bahkan menyakiti perasaan orang – orang terkasih.
Cintai pekerjaan Anda. CUKUP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: