when minuses became plusses!


Teringat percakapan dengan teman lama beberapa tahun yang lalu.

He          : “Yan, lo tau nggak kelemahan cewek itu dimana dan kelemahan cowok itu dimana?”

Me         : “Hah, apaan tuh? Dimana? Maksudnya?”

He          : “Kelemahan cowok itu ada di matanya, kalo kelemahan cewek itu ada di telinganya.”

Me         : “Apaan coba. Aneh, lo!”

He          : “Iya dong. Contohnya elo barusan. Begitu gue sounding soal kelemahan antara cowok dan cewek, elo langsung mau tau dan nanya ini itu. Ya itulah kelemahan cewek, TELINGA cewek nggak bisa denger info menarik dikit aja. Kalo udah denger gosip misalnya, pasti nggak lama kemudian elo dan kaum lo bakal mencari detilnya deh. Nah kalo cowok, kelemahannya itu di MATA. Nggak bisa ngeliat yang kinclong dikit, alamak matanya mana bisa berkedip.”

Dari perbincangan singkat yang absurd dengan teman lama itu, menurut kaum Adam yang terwakili oleh teman lama Saya itu, kelemahan cewek ada pada telinganya, sementara kelemahan cowok ada pada matanya. Mau meng-iya-kan? Atau sebaliknya? Mau mengutuk si pencetus ide tersebut?

Awalnya Saya menangkis hal tersebut dengan mengatasnamakan rasa keingintahuan yang besar dan perlu diakomodir. Because sometimes, curiousity will lead you to the knowledge and truth! Hal lain yang Saya jadikan gunakan sebagai tameng untuk menangkis pernyataan itu adalah dengan menyatakan bahwa telinga cewek memang lebih cepat tanggap dalam menerima informasi. Kalo ada nasihat yang masuk ke telinganya, nggak perlu waktu lama buat realisasinya. Sekarang coba deh tanya orang tua, kecenderungannya cewek itu lebih penurut kan daripada cowok. *ilustrasikan gadis berponi dengan pita kuncir dua*😉

And I’m happy for being Female!

Satu hal lagi, dan ini menjadikan gong dari postingan ini bahwa kelemahan yang disebutkan tadi ternyata bisa jadi sebuah kekuatan yang dimiliki oleh cewek. Saya rasa nggak ada makhluk lain selain cewek yang bisa tahan mendengar berbagai macam berita dan cerita, mulai dari curhatan seneng, gumbira, sedih, gagal, kecewa, optimis dan harapan. Siapa lagi?! Cuma cewek deh jawabnya!

Nggak sedikit juga kok kaum Adam yang suka mempercayakan ceritanya sama cewek. Bahkan kalo lagi kepepet si cowok sering juga toh ya mendayagunakan apa yang mereka bilang itu kelemahan cewek. Yaa, topik yang paling sering dibagi ya memang soal cewek tentunya. Look, how sweet yaa being female!😉

Postingan kali ini bukan untuk mendiskreditkan cowok pada umumnya lho yaa. Ini cuma jadi bahan seseruan bahwa ternyata apa yang dibilang sebagai kelemahan, pada saat dan waktu tertentu akan bisa berubah jadi suatu kekuatan. Just how we use it wisely.

Dan Saya juga ingin mengajak semua cewek, wanita, perempuan, gadis, putri dan lainnya untuk bangga terhadap dirinya. Kalo ada yang bilang cewek itu susah dimengerti, justru cewek lah yang paling bisa dan pandai mengerti, karena telinga kami terasah untuk mendengar, dengan seksama.😉

3 Comments to “when minuses became plusses!”

  1. ahhhhhhhhhhhh yaniiiiii

    bener banget si omongan temenmu..
    tapi bener juga waktu lo bilang cewek tahan dengerin cerita orang berjam-jam.
    beda sama cowok. *tapi koq gw lebih suka curhat sama cowok ya?*

    hehehe… cewek juga klo ngeliat yg bening2 juga bisa koq yan matanya kemana-mana. ahaaha

  2. eh.. templatenya manis ya. ahaha..
    thx lo blogku dipajang di blogroll… “:D

  3. hhihiii,,thx juga lhoo sudi mampiiirr…;)

    haha,,ini cuma iseng semata, lg terngiang-ngiang kata2 teman masa lalu..
    *gaya banget deh gue*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: