Bukan Lomba Lari



Bukan Lomba Lari

Malem minggu di rumah, persisnya depan tivi.
Inbox dan incoming calls sepi, cuma ada nama temen-temen dan keluarga.
Profile picture situs pertemanan pake foto sendiri atau bareng temen.
Nggak ada anter jemput pake istilah ojek cinta atau supir cinta.
Nggak ada bioskop-an berdua. DVD-an di kamar lebih menarik.

Dari pernyataan-pernyataan yang aku sebutin tadi udah jelas belum merujuk ke siapa?!
SINGLE. Itu jawabannya.

Hmm, nggak ada yang salah sih dengan kondisi single yang aku sebutin barusan. Setiap orang punya alasan masing-masing kenapa masih betah menyandang predikat itu. Alasannya juga nggak melulu karena nggak ada yang deketin atau nggak ada gebetan. More complex than we thought. Setiap orang punya cerita yang mungkin bisa dibagi, dan ada juga yang enggak. Kadang suka menilai terlalu dini untuk seorang single. Bisik-bisik ada yang bilang terlalu selektif, atau malah justru punya banyak pilihan ampe bingung. Ada juga yang merasa belum waktunya untuk berbagi dan berkomitmen dengan lawan jenis. Dan amit-amit-nya bisa juga ada yang sinis memandang kalo single itu berarti nggak laku. Iih, pengen aku kasi kecup sepatu tuh buat yang ngomong alasan terakhir. *pembelaan jomblo* hhehe.. Jadi, nggak usah pasang ekspresi berlebihan dengan muka penuh tanya deeh kalo aku bilang: “im (still) single..”

Sekali lagi. Nggak ada yang salah kok dengan status single. For some, being single is not a condition, it’s an option. And, what’s behind the option itu kita orang luar juga nggak perlu tau detil soal ALASANNYA. They have their own, Buddies!

Yang kadang jadi masalah itu sebenernya orang-orang sekitar Si Single. Well, mungkin terlalu berat kalo aku bilang mereka yang bikin masalah, tapi emang kadang mereka mempermasalahkan hal-hal yang seharusnya nggak jadi masalah. Actually it’s not their bussiness!

Akhir-akhir ini, di saat teman – teman dan rekan terdekat sudah memulai menata masa depannya dalam hal kehidupan cinta, kayanya hidup mulai dipusingkan dengan rentetan pertanyaan yang untuk saat ini jujur sangat menyebalkan. Beberapa teman yang sudah memutuskan menikah dan merencanakan Keluarga Berencana, justru aku masih jauh dari memikirkan Rencana Berkeluarga. Teman – teman yang sudah punya kekasih juga sudah mulai memproklamirkan hubungan yang serius. Yaa, we’ll see lah yaa apa impian dan rencana yang mereka buat bisa terwujud. Sebagai teman yang berusaha menjadi teman yang baik, aku cuma bisa mendoakan dari jauh kawan.

Bahagia mereka sudah pasti jadi bahagiaku. Sekali lagi, itu perasaan aku sebagai teman yang berusaha menjadi teman yang baik. Tetapi, beberapa waktu ini rasanya aku ingin mereka untuk diam dan berhenti memberondongku dengan pertanyaan – pertanyaan yang menggelitik gendang telingaku. Aku senang dengan mereka yang sudah menemukan pasangannya, tapi tolonglah jangan menilai orang – orang yang belum berpasangan seperti aku ini adalah orang yang “kalah” dari kalian. Seolah jadi pihak yang tidak “sejajar” dengan kalian. Tolonglah berhenti dengan pertanyaan: kapan nyusul naik pelaminan, kapan punya pacar (lagi), kapan nikahnya, kenapa belum punya pacar? So tired of those questions. Pertanyaan model begitu seolah menunjukkan kalian sudah paling bahagia, paling benar jalannya, paling sempurna hidupnya dan perlu dicontoh, sedangkan kami yang single tidak. Kembali lagi, karena alasan kami single, belum menikah, atau belum punya pacar. Padahal toh nggak ada jaminan kan tidur kalian lebih nyenyak dari aku?! Dan satu yang perlu diingat bahwa punya pasangan atau tidak itu bukan dalam race lomba lari. Nggak perlu ada susul – susulan apalagi saling sikut buat sampe finish terdepan.

Hmm, positifnya sih, pertanyaan – pertanyaan tadi bisa dijadikan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang sesama teman. Jadi motivasi juga untuk bisa segera memikirkan hal lain yang juga penting dalam hidup ini. Tapi, kalo pertanyaan itu dilontarkan ke kami yang lagi sensi tingkat dewa, beeuhhh bisa jadi akan terdengar dengan intonasi “hey-kamu-yang-jomblo-mau-sampe-kapan-jomblo”. Bisa bikin bete pangkat jenderal deh! Apalagi kalo yang ngomong itu orang lain yang nggak ngerti sama alasan kesendirian kita. Rasanya pengen teriak depan dia dan bilang; “Hey, my life is too precious to be shared with you! Just shut up! Go on your way, and i’ll go mine!” HHAHAHA

Okeee, sepertinya cukup untuk ketak – ketik soal kehidupan single yang sedang aku akrabi tahun belakangan ini. Just my thought! Untuk beberapa waktu ini, mungkin aku dan single ladies di belahan bumi lainnya belum menemukan pasangan. Belum, atau mungkin bukan sekarang. Tapi akan ada satu saat nanti, dimana kami Si Single akan mengizinkan dunia tahu siapa pasangan kami. Doa dan cinta kalian, rekan, sahabat, dan keluarga akan terjawab satu saat nanti.
Insya Allah.

4 Comments to “Bukan Lomba Lari”

  1. saat – saat yang paling tidak menyenangkan ketika tidak memiliki pasangan adalah ketika kita mendapatkan kebahagiaan. Ketika semua orang sdh terinform there’re just say ‘congrats’ and smile. It’s different when u have gf/bf. Though so, I dont feel like being single is a burden. Bcz in some way, I like to flirt around and feels how sexy it is. Kl punya pacar kyk gitu, bs2 pulang dpt kenang2an cap sendal di jidat, as u said before. hihihihi

  2. hhahaa..
    thanks sudah meninggalkan jejak dan bertukar pendapat..
    hhihhiii.. love us the way we are.. :-*

  3. ahiiyy..
    asik ada temennya..
    bener banget tuh,
    single is not a condition, it’s an option!

    gw malah lebih parah yan,
    gw suka ditanya
    “are you normal?”

    grrr…

    pengen digaruk deh tuh mulutnya -_-

    • *toosss dulu ah press*

      w.o.w, kalo gue paling parah ditanya “Yan, lo gaa ‘sakit’ kaan?”
      dikira gue L kalii yeee..

      yuk dinikmati sesama jombs, saling menyemangati.. *peluukkk* :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: