Puan Merindu Tuan


Puan Merindu Tuan

Dingin meresap dalam – dalam
Menyerang, hebat menerjangku,
hingga takluk pada alam
Menggadai rindu yang diintai waktu

Malam makin tenggelam
Bersiap menuai banyaknya mata yang terpejam
Malam harusnya menemani aku yang muram
Berbaik hati pada Puan yang cahayanya tinggal temaram
Karena esok, bisa saja Puan menyusul Tuan yang telah beda alam

Kabut turun lebih awal hari ini.
Bolehkah aku memelukmu lebih awal?
Meski sebentar, hingga terasa semua yang kekal.*

Di malam tanpa teman,
Puan merindukan Tuan
Bisakah kau datang, tenang, dan tanpa perlu menghilang?
Aku sepi selepas kau berpulang, Sayang.

*pernah diposting dan di Retweet oleh @sajak_cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: